Banyak Penceramah Radikal Pro Khilafah, Masjid Harusnya Lebih Selektif Merekrut Mubaligh

Wakil Ketua Umum MUI, Zainut Tauhid Sa'adi. (Foto: Reliji.com)

Sejumlah tokoh menyatakan kegelisahannya terhadap masih banyaknya penceramah di masjid-masjid di lingkungan BUMN yang radikal dan pro khilafah.

Saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Ciputat, Komarudin Hidayat mengungkapkan kegelisahannya tersebut.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, perlu dilakukan penelitian yang serius terkait persoalan tersebut. Berikut kutipan wawancaranya.

Bagaimana tanggapan bapak soal masjid-masjid di lingkungan BUMN yang diisi oleh penceramah-penceramah radikal pro khilafah?

Saya kira perlu ada penelitian yang serius ya. Kalau itu benar masjid di lingkungan BUMN, saya kira BUMN tersebut seharusnya bisa melakukan langkah-langkah yang lebih selektif.

Apakah tidak ada screening di masjid tersebut dalam memilih penceramah?

Saya tidak mengetahui persis ya bagaimana mekanisme pengurus masjid di lingkungan BUMN itu dalam merekrut para mubalighnya. Saya menduga bahwa salah satu alasan Kementerian Agama mengeluarkan rilis nama-nama mubaligh itu kan dalam rangka memberikan panduan itu. Mungkin selama ini banyak yang tidak mengetahui, atau banyak tidak memiliki referensi berkaitan dengan nama-nama mubaligh yang sesuai dengan semangat untuk memberikan tausiyah-tausiyah Islam yang moderat, Islam yang washatiyyah, Islam yang tidak dalam kategori radikal itu.

Apa MUI akan memantau di masjid-masjid tersebut?

Saya kira bukan wilayah MUI sampai melakukan pemantauan. Karena itu kan sudah menjadi wilayah publik. Dan MUI hanya sebatas memberikan semacam imbauan, tapi juga akan dibarengi dengan upaya-upaya untuk memberikan semacam tambahan daftar nama-nama mubligh yang sekiranya memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

BERITA TERKAIT

TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here