Bursah : Harga Karet Turun Bukan Salah Pemerintah, Tapi Efek Perang Dagang AS-China

Ketua Umum Kornas Reliji menyerahkan surat tugas secara simbolis kepada perwakilan relawan dalam rangka Kampanye Door to Door di Palembang, Sumatera Selatan.

Palembang,Reliji.com – Ketua Umum Kornas Relawan Indonesia Jokowi (Reliji) Bursah Zarnubi mengatakan, belum pulihnya harga karet di Sumatera Selatan dan daerah lainnya saat ini bukan kesalahan pemerintah, melainkan dampak dari perang dagang AS vs China yang mengakibatkan harga sejumlah komoditas di pasar global merosot termasuk karet.

Bursah menyampaikan hal itu saat memberikan pengarahan dalam acara Workshop dan Pembekalan relawan Kampanye door to door di Palembang, Senin (8/4).

Workshop ini diikuti 300 relawan Reliji Kota Palembang dan perwakilan Koordinator Kabupaten/Kota se Sumsel.

Menurut Bursah, akibat perang dagang China dan Amerika masih berlanjut,  permintaan karet dunia merosot khususnya di China sebagai konsumen karet terbesar di dunia. China menggunakan Karet 40 persen ( 5, 3 juta ton) dari produksi dunia yang berjumlah sekitar 13.8 juta ton. Selain perang dagang, industri ban di China juga terpuruk akibat depresiasi sekitar 7 persen nilai yuan terhadap dollar AS.

Situasi inilah yang sangat menekan ekonomi China dan berdampak pada harga karet di seluruh dunia. Dengan demikian, masalah merosotnya harga karet adalah masalah global. Thailand sebagai produsen terbesar karet di dunia mengalami hal yang sama, juga Malaysia serta produsen karet di dunia lainnya.

“Tapi karena saat ini tahun politik, turunnya harga karet di Indonesia dipropagandakan oleh oposisi sebagai kegagalan pemerintah. Ini jelas hoaks yang harus diluruskan oleh para relawan melalui kampanye door to door,” kata Bursah.

Menurut Bursah, pemerintah terus berusaha menyelamatkan petani karet antara lain melalui Kementrian PUPR dengan membeli karet untuk digunakan sebagai campuran aspal. Kita harapkan melalui kebijakan pemerintah ini karet dalam negeri akan terserap walaupun permintaan karet dunia sedang menurun.

Prestasi Jokowi

Dalam melaksanakan kampanye door to door, relawan dari Reliji dibekali dengan alat peraga kampanye berupa brosur berisi prestasi kepemimpinan Jokowi dan tabloid ‘Tabayyun’ yang memuat sejumlah penjelasan untuk meluruskan hoaks/fitnah yang menyerang Jokowi dan Ma’ruf Amin.

Di hadapan Relawan Reliji Sumatera Selatan, Bursah menegaskan beberapa prestasi monumental selama 4 tahun Pemerintahan Jokowi. Pertama, terobosan Jokowi dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Itu dilakukan dengan mengubah orientasi pembangunan yang selama ini Jawa sentris menjadi Indonesia sentris, menggenjot pembangunan di wilayah pedesaan dan daerah pinggiran, serta mengakselerasi pembangunan infrastruktur di luar Jawa.

Prestasi monumental Jokowi yang kedua, menurut Bursah, adalah menekan angka kemiskinan menjadi 9,6 persen. Ini adalah angka kemiskinan terendah sepanjang sejarah Indonesia. Ketiga, keberhasilan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, seperti ditunjukkan melalui indeks pembangunan manusia (IPM) yang meningkat, pelayanan kesehatan masyarakat yang semakin baik, dan akses pendidikan yang lebih merata melalui pencanangan program wajib belajar 12 tahun dan pemberian Kartu Indonesia Pintar (KIP).

“Jika pada periode ini Presiden Jokowi lebih menekankan pembangunan infrastruktur, dalam 5 tahun ke depan jika terpilih kembali Jokowi akan lebih fokus kepada pembangunan sumberdaya manusia,” kata Bursah.

Dari sisi stabilitas nasional, menurut Bursah, Jokowi dinilai mampu mewujudkan pemerintahan sipil yang stabil dan aman. Hal itu ditandai dengan hasil survei Gallups Law And Order yang menyatakan Indonesia adalah negara nomor 9 teraman di dunia, antara lain karena public trust terhadap Polri meningkat dan soliditas Polri dan TNI yang terus terjaga.

BERITA TERKAIT

TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here