Diresmikan Jokowi, Pesantrenpreneur Menggerakkan Ekonomi Santri Millenial

Presiden Jokowi saat meresmikan gerakan Pesantrenpreneur di pesantren Bayt Al Hikmah, Pasuruan, Jawa Timur

Jakarta, Reliji.com — Mendengar cerita Anam, siswa kelas XII di SMA Bayt Al-Hikmah, Kota Pasuruan yang pernah jualan pecel lele, Presiden Jokowi tampak terkesima. Pasalnya, Anam menceritakan pengalamannya bahwa bermodal Rp 200 ribu bisa mampu membukukan penjualan hingga Rp 2 juta.

“Modal Rp200 ribu, untuk Rp2 juta? Seribu persen (untungnya). Alhamdulillah,” kata Presiden Jokowi yang wajahnya ikut sumringah ketika itu.

Meski Anam mengaku, saat ini tidak memiliki waktu untuk meneruskan usahanya itu karena kegiatan yang padat di sekolah, Presiden Joko Widodo memberikan dorongan agar sang santri yang berencana untuk meneruskan kuliahnya di Universitas Airlangga tersebut kembali meneruskan usahanya di masa mendatang.

“Nanti kalau sudah diterima di Universitas Airlangga, temui saya, saya beri modal. Saya lihat Anam ini ada business feeling-nya,” ujar Presiden Jokowi.

Pertemuan Presiden Jokowi dengan Anam terjadi saat peresmian program Pesantrenpreneur di Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah, Kota Pasuruan, pada Sabtu (12/5/2018). Presiden hadir di didampingi sejumlah Menteri dan pejabat pemerintah seperti Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Tampak pula Ketua Umum BPP HIPMI Bahlil Lahadalia dalam acara ini. Maklum program Pesantrenpreneur ini digagas dan dibidani oleh Ketua HIPMI Jawa Timur Mufti Anam yang juga pengasuh pengasuh Pesantren Bayt al-Hikmah Pasuruan.

Pesantrenpreneur adalah program pemberdayaan ekonomi melalui pondok pesantren. “Program Pesantrenpreneur ini akan dijalankan secara terintegrasi. Mulai pelatihan, pendampingan, permodalan, hingga pemasaran,” ujar Mufti Anam.

Mufti Anam menambahkan, salah satu wujud awal program Pesantrenpreneur adalah pembukaan gerai berkonsep syariah yang diberi nama Ummart. Rencananya Ummart hadir di 10 pesantren yang menjadi sarana pemasaran produk-produk lokal pesantren dan produk UMKM desa sekitar.

“Bapak Jokowi akan meresmikan Ummart secara langsung. Sejak awal beliau memang sangat mendukung semua program terkait pemberdayaan ekonomi umat. Apalagi beliau juga dikenal concern memperbesar pengembangan ekonomi syariah di Tanah Air,” ujar Anam sesaat menjelang peresmian Ummart.

Pesantrenpreneur sendiri, kata Mufti Anam, adalah program penguatan ekonomi umat berbasis pondok pesantren. Program ini melibatkan HIPMI dengan dukungan penuh pemerintah, Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), dan berbagai pihak lainnya.

”Tujuan Pesantrenpreneur ini antara lain menggerakkan ekonomi kaum muda santri hingga ke pelosok desa yang merupakan basis pesantren. Ini saling menopang dengan konsep membangun dari pinggiran yang dijalankan pemerintah,” ujarnya.

Tak hanya terkesima dengan feeling bisnis pecel lele oleh Anam, menurut Presiden Jokowi, program Pesantrenpreneur sesuai dengan visi dan misi pemerintah yang ingin membangkitkan perekonomian rakyat, utamanya di kalangan pesantren. Menurut dia ide-ide pengembangan ekonomi kaum muda di pesantren perlu di dorong.

“Saya ingin menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang tinggi kepada HIPMI, khususnya HIPMI Jawa Timur, yang telah memulai masuk ke pondok pesantren dengan Ummart-nya, denganPesantrenpreneur-nya,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan.

Menurut Presiden, inisiatif pendirian Ummart yang menjadi sentra pemasaran produk-produk lokal dan hasil produksi dari sekitar pondok pesantren dan sejenisnya harus selalu didukung dan terus dikembangkan.

“Ide-ide seperti ini harus terus kita dorong, kita motivasi, agar jumlahnya tidak hanya 10, tetapi pesantren yang hampir 30 ribu itu semuanya ada Ummart,” lanjut Presiden.

Sejalan dengan program itu, pemerintah juga belakangan ini meluncurkan program peningkatan ekonomi umat melalui Bank Wakaf Mikro yang beroperasi di pondok-pondok pesantren. Program yang dimaksudkan untuk membangun jiwa wirausaha di lingkungan pondok pesantren tersebut mendapat sambutan yang sangat positif. Hingga awal Maret 2018, Bank Wakaf Mikro telah menyalurkan modal usaha ke 2.784 nasabah dengan pembiayaan sebesar Rp2,45 miliar.

“Memang, awal kemarin baru (beroperasi) 20, ini sudah ditambah lagi 20. Berarti sudah 40. Dievaluasi lagi, dibenahi lagi. Nanti akan tambah lagi dengan jumlah yang lebih banyak sehingga pondok-pondok pesantren menjadi sebuah kekuatan ekonomi bagi bangsa ini. Harapan kita ke depan seperti itu,” kata Kepala Negara.

Dorongan Presiden Jokowi jelas sangat membanggakan bagi Mufti Anam. Dia memang bertekad menyebarkan virus semangat berwirausaha kepada para santri muda atau santri millenial. Itu sebabnya dalam acara peresmian tersebut juga di gelar dialog kewirausahaan dengan nara sumber Chairul Tanjung (pemilik bisnis Trans Grup) dan CEO Bukalapak Achmad Zaky.

”Tujuan Pesantrenpreneur ini antara lain menggerakkan ekonomi kaum muda santri hingga ke pelosok desa yang merupakan basis pesantren. Ini saling menopang dengan konsep membangun dari pinggiran yang dijalankan pemerintah,” ujar Mufti Anam.(dia/dbs)

BERITA TERKAIT

TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here