Indikator : Mayoritas Warga NU Pilih Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019

Presiden Jokowi didampingi pengurus PBNU membunyikan angklung untuk membuka Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2019, di Kota Banjar, Jabar, Rabu (27/2). (Foto : Setkab)

Jakarta,Reliji.com – Kemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin pada pemilihan umum atau Pemilu 2019, disebut-sebut ada kontribusi besar dari pemilih Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, suka tidak suka pemilih kaum NU menjadi penentu kemenangan Jokowi-Ma’ruf.

“Pemilih kaum nadliyin yang jumlahnya mayoritas menjadi penentu kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin,” katanya pada diskusi Populisme dalam Demokrasi Elektoral 2019 di Jakarta, Rabu (29/5).

Ia menyebutkan bahwa basis massa NU tersebar di sebagian wilayah Indonesia, terutama di Pulau Jawa yang mayoritas penduduknya muslim. Dari situlah, kata dia, pasangan nomor urut 01 tersebut meraih kemenangan telak di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Apalagi kedua provinsi tersebut adalah daerah padat penduduk,” ujarnya.

Adapun di Jawa Barat, meskipun Jokowi-Ma’ruf kalah, tapi pasangan itu berhasil memperkecil kekalahan dari pesaingnya Prabowo Subianto dibandingkan dengan pemilihan presiden tahun 2014 silam.

“Kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin, di dua provinsi ‘gemuk’ Jawa Tengah dan Jawa Timur, menjadi penentu kemenangannya pada Pemilu Presiden 2019,” katanya.

Burhan mengatakan berdasarkan data exit poll yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada Pemilu 2019, tercatat sebanyak 56 persen warga NU memilih Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Meningkatnya soliditas warga NU dalam memilih Jokowi, karena capres petahana ini menggandeng Rais Am PBNU, KH Ma’ruf Amin, sebagai cawapres,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here