Jokowi Diyakini Tidak Lakukan Mobilisasi ASN dalam Pilpres

Presiden Jokowi meninjau stand milik ASN yang akan memasuki pensiun pada peluncuran program Wirausaha ASN dan Pensiunan, di Sentul, Bogor, Jabar, Rabu (16/1). (Foto Setkab)

Jakarta,Reliji.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) diyakini tidak mungkin menjadikan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai mesin politik seperti di era Orde Baru, dalam kontestasi pemilihan presiden atau Pilpres 2019.

Sebab, kata Ketua Umum Arus Bawah Jokowi (ABJ), Michael Umbas, tudingan ASN dimobilisasi Jokowi-Ma’ruf sangat jauh dari logika dan akal sehat.

“Patut dicatat, Presiden Jokowi tidak mungkin jadikan ASN sebagai mesin politik seperti Era Orde Baru,” kata Umbas dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (30/5).

Oleh karena itu, ia menilai tidak berdasar materi gugatan kubu Prabowo-Sandi di Mahkamah Konstitusi (MK) terkait dugaan mobilisasi ASN untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf.

Hal ini seperti terlihat dalam survei internal yang diungkapkan Ketua Harian TKN Jokowi-Amin, Moeldoko bahwa 72 persen ASN justru mendukung 02.

“Sepertinya sejumlah ASN belum sepenuhnya siap mengubah mental. Akuntabilitas dan transparan anggaran di pemerintahan Jokowi, membuat zona nyaman ASN terganggu,” ujarnya.

Justru Umbas mengatakan, dirinya dapat informasi, banyak ASN maupun pegawai BUMN yang “julid” atau nyinyir, menjelekkan, bahkan memaki pemerintah, dan itu sangat tidak bijaksana.

Karena itu dia menilai anasir negatif segelintir ASN harus dihilangkan karena abdi negara seharusnya menjaga nama baik pemerintah, bukan malah ikut-ikutan politik lewat pernyataan yang menyudutkan pemerintah.

“Karakter birokrasi harus profesional, tidak boleh menjadi agen politik untuk mendelegitimasi kerja-kerja pemerintah,” tuturnya.

Namun ia meyakini banyak ASN yang benar-benar berdedikasi, profesional, loyal kepada negara dan bekerja tanpa pamrih hanya demi rakyat di pelosok daerah maupun perbatasan, dan di kota-kota.

BERITA TERKAIT

TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here