Kisah Kesederhanaan Zohri, Berlari Mengejar Mimpi, Kemudian Berprestasi

Atlet atletik Indonesia Lalu Muhammad Zohri meraih gelar juara pada nomor lari 100 meter putra dalam Kejuaraan Dunia Atletik U-20 yang berlangsung di Tampere, Finlandia. (Foto: Twitter @iaaforg)

Jakarta, reliji.com – Lalu Muhammad Zohri, anak muda peraih medali emas lari 100 meter putra U-20 Dunia, sedang hangat dibicarakan oleh warganet. Anak muda sederhana ini mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia dengan prestasi yang membanggakan.

Salah satunya Presiden Joko Widodo, orang nomor satu di Indonesia ini mengungkapkan kegembiraannya melalui account Twitter pribadinya.

Siapakah Lalu Muhammad Zohri?
Zohri lahir di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat 1 Juli 2000. Dia mengenyam pendidikan di SD Negeri 2 Pemenang Barat, Ia kemudian melanjutkan sekolah ke SMP Negeri 1 Pemenang. Saat SMP, bakat lari Zohri sudah mulai menonjol. Zohri kemudian diajak untuk mengikuti beberapa kejuaraan dan berhasil merebut prestasi membanggakan.

Pria mandiri ini sudah ditinggal orang tuanya saat masih belia. Ibunya meninggal saat Zohri masih duduk di bangku SD dan ayahnya menyusul setahun kemudian.

Lalu Muhammad Zohri merupakan anak ke empat dari empat bersaudara yakni Baiq Fazilah (29), Lalu Ma`rib (28), Baiq Fujianti (Almh) dan Lalu Muhamad Zohri.

Berlatih Lari Telanjang Kaki
Kakak kandung Zohri, Baiq Fazilah (29) mengaku langsung menangis dan sujud sukur begitu mengetahui sang adik menjadi juara dunia lari 100 meter pada ajang IAAF World U20 Championships di Tampere, Finlandia.

“Setelah melihat videonya yang dikirim Zohri melalui WhatsApp, saya langsung menangis dan sujud sukur kepada Allah SWT,” ujarnya

Ia mengaku, bangga atas prestasi yang diraih adiknya. Apalagi kalau mengingat perjuangan keras adiknya yang berlatih di tengah keterbatasan.

Karena untuk berlatih saja, Zohri tidak menggunakan alas kaki, karena tidak memiliki sepatu.

“Dia anak pendiam dan tidak penuntut. Bahkan, kalau berlatih tidak pernah pakai alas kaki (sepatu, red), karena tidak punya,” kenangnya.

Ia menambahkan, bakat lari adiknya tersebut sudah terlihat sejak Zohri duduk di bangku SMP. Bahkan, guru olahraganya pun sudah memantau bakat adiknya tersebut.

“Untuk berlatih sendiri, adik saya suka latihan lari di pantai Pelabuhan Bangsal, Pemenang,” ungkapnya.

Bercita – Cita Beli Tanah dan Bangun Rumah Sendiri Untuk Keluarga

Kondisi rumah atlet atletik nasional Lalu Muhammad Zohri di Dusun Karang Pangsor, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat

Zohri bercita-cita ingin menjadi orang sukses dan membangunkan rumah sendiri untuk keluarganya. Penuturan itu disampaikan Baiq Fazilah (29) saat menceritakan cita-cita adiknya.

“Kalau saya sukses mau belikan tanah, terus bangun rumah sendiri,” tutur kakak kandung Zohri tersebut.

Menurutnya, Zohri memiliki kemauan keras untuk menjadi orang sukses, meski di tengah keterbatasan keluarga.

Kemenpora Siapkan Bea Siswa
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyiapkan bonus berupa bea siswa pendidikan kepada Lalu Muhammad Zohri. Hal ini disampaikan Menpora Imam Nahrawi di sela Tour de Pelatnas di Cipayung, Jakarta, Kamis (12/7).

“Ini adalah hal yang luar biasa pada cabang olahraga atletik. Makanya kami akan memberikan apresiasi jaminan pendidikan hingga yang paling tinggi,” ungkapnya.

Tidak hanya itu. Orang nomor satu di Kemenpora itu juga berjanji akan merenovasi rumah dari Lalu Muhammad Zohri yang berada di Pemenang Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB). Khusus untuk renovasi, menpora mengaku akan menggunakan dana pribadi.

Menpora menilai apa yang raih oleh atlet PPLP NTB merupakan sebuah kejutan karena selama ini prestasi cabang atletik Indonesia belum sepenuhnya maksimal.

“Semoga prestasi yang diraih di kejuaraan dunia ini bisa memotivasi untuk tampil maksimal pada Asian Games nanti,” tutupnya.

BERITA TERKAIT

TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here