Presiden Minta BLK, SMK, dan Politeknik Pastikan Benar Tingkat Keahlian Kelulusan

Presiden Jokowi menghitung KIP yang diserahkan kepada 3.300 siswa SD, SMP, SMA/SMK, di SLB Negeri Pembina, Lebak Bulus, Jakarta, Rabu (6/3). (Foto: Setkab)

Jakarta,Reliji.com – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengemukakan, banyak industri yang sebenarnya lowongan banyak. Hanya saja, pelamarnya atau yang bekerja akhirnya sedikit, sebab tidak sesuai keahlian yang dibutuhkan.

“Kenapa? Karena mismatch. Mismatch-nya bukan mismatch bidang tapi mismatch keahlian,” kata Bambang usai mengikuti Rapat Terbatas tentang Pendidikan, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/5), seperti dikutip Setkab.go.id.

Sebab itu, kata Bambang, Presiden minta untuk BLK (Balai Latihan Kerja), SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), sampai Politeknik untuk memastikan benar tingkat keahlian dari kelulusannya atau keterampilan dari lulusannya itu sesuai dengan permintaan pasar kerja.

“Jadi artinya kita tidak boleh jalan sendiri dari sisi supply tapi melihat dari sisi demand. Jadi di Ratas berikutnya, nanti akan fokus di sisi demand-nya tadi,” ujarnya.

Saat ditanya wartawan apakah itu berarti akan ada evaluasi di SMK, BLK, dan Politeknik, Bambang mengatakan, Mendikbud, Menristekdikti, Menteri Tenaga Kerja diminta untuk melihat seperti apa. Dan mereka tadi sudah memaparkan, ada SMK yang tidak berkualitas.

Persoalannya sekarang, kata dia, pemerintah tidak bisa mulai dari nol. Sehingga harus memanfaatkan yang ada.

“Nah yang ada ini, bukan masalah jumlah, rasio guru, segala macam, tapi masalah kecocokan dari keahlian dan keterampilan kelulusan dengan yang dibutuhkan pasar kerja. Jadi, sisi supply harus mendengar sisi demand-nya,” ujarnya.

Ia mengatakan saat ini di SMK sudah ada cluster–cluster seperti pariwisata, industri, maritim, dan lain-lain. Tapi, ini hanya bidangnya sementara keahliannya belum.

“Itu menunjukkan tingkat keahliannya belum cocok. Mungkin bidangnya sudah tapi keahlian kan nggak, harus diupayakan,” tegasnya.

Karena itu, lanjut Bambang, perlu perbaikan kualitas di sektor pendidikan, termasuk kualitas di perbaikan gurunya.

BERITA TERKAIT

TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here